Jalan Kaki 13 Jam, Begini Susahnya Kirim Surat Bunyi Ke Ujung Gorontalo
Foto: Dok. Kemendes PDTTJakarta -Sri Mega Darmi Sandjojo, pengurus Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Bidang II menyosialisasikan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (11/4). Istri dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang juga dekat disapa Riri Sandjojo ini juga mensosialisasikan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
"Salah satu kegiatan yang sanggup ibu-ibu terapkan di Posyandu masing-masing contohnya kegiatan basuh tangan enam langkah pakai sabun," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/4/2019).
Menurut Riri, gerakan basuh tangan yang benar dihentikan dianggap sepele. Pasalnya, tangan merupakan organ badan yang sangat berpotensi besar terkena kuman. Menurutnya, melaksanakan basuh tangan dengan benar sesering mungkin sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama anak-anak.
Adapun enam langkah basuh tangan yang benar tersebut yaitu pertama, membasahi tangan dengan air mengalir kemudian isi dengan sabun. Kedua, menggosok kedua telapak tangan berikut menggosok punggung asisten dan kiri. Ketiga, menggosok sela jari. Keempat, mengunci kedua tangan. Kelima, menggosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian dan yang keenam, memutar kedua jari asisten secara memutar baik jari asisten dan kirim, kemudian bilas kembali dengan air mengalir dan keringkan.
Ia berharap, pengetahuan yang didapat dari pembinaan pencegahan stunting tersebut sanggup diterapkan dan disosialisasikan kembali kepada masyarakat. Ia juga mengajak akseptor pembinaan untuk turut menggerakkan kegiatan basuh tangan yang benar, yang dikenal dengan basuh tangan enam langkah.
Sebelum melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting, Riri Sandjojo bersama Pengurus OASE Kabinet Kerja Bidang II lainnya yaitu Koesni Harningsih Moeldoko dan Bintang Puspayoga didampingi Bunda PAUD Kabupaten Bone, Kurniaty Fahsar yang juga merupakan istri dari Bupati Bone, melaksanakan kunjungan di PAUD Aqilah Watampone. Di PAUD tersebut, mereka mengajarkan belum dewasa cara mencuci tangan yang benar. Selain itu, mereka juga meninjau pelaksanaan IVA Test di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Pancaitana Kabupaten Bone.
Informasi lainnya dari Kemendes PDTT sanggup dilihat di sini.
Belum ada Komentar untuk "Jalan Kaki 13 Jam, Begini Susahnya Kirim Surat Bunyi Ke Ujung Gorontalo"
Posting Komentar