Tiga Kepala Desa Ini Sekolah Ke China, Ini Hasilnya
Foto: Dok. Kemendes PDTTJakarta -Indonesia mendapat apresiasi dari para akseptor lembaga the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme. Pasalnya, hanya Indonesia yang mengirimkan kepala desa untuk berbicara di lembaga yang diikuti oleh seluruh negara ASEAN plus Tiongkok, Korea dan Jepang di Yunnan, Tiongkok pada Senin (6/5) lalu.
Poverty Eradication and Gender Officer dari Sekretariat Nasional (Setnas) ASEAN-Indonesia, Ajeng Purnama Pratiwi ketika menghadiri lembaga tersebut memberikan bahwa Selama aktivitas berlangsung, akseptor Indonesia mendapat komentar nyata dari seluruh perwakilan negara ASEAN yang mengikuti forum.
"Hanya Indonesia yang paparan dilakukan oleh kepala desa sendiri, untuk negara lain, paparannya dilakukan oleh perwakilan pemerintah, selain itu akseptor Indonesia juga humble," kata Ajeng, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/5/2019).
"Kepala desa mengurai keberhasilan dana desa di Indonesia termasuk di desanya masing-masing. Banyak yang terpukau, apa yang telah disampaikan oleh kepala desa di hadapan akseptor yang diwakili oleh pemerintah dari seluruh negara-negara ASEAN," katanya.
Dengan lembaga ini, Ajeng menyakini para akseptor mendapat banyak ilmu dan pengalaman gres yang sanggup diimplementasikan. Seperti dalam hal peningkatan kualitas desa, penemuan untuk pengentasan kemiskinan di desa dan jaringan komunitas dengan negara ASEAN lainnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengirimkan tiga perwakilan kepala desa untuk mengikuti lembaga the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme yang digelar di Yunnan, Tiongkok, 5-11 Mei 2019.
Ketiga perwakilan dari kepala desa tersebut masing-masing ialah Kades Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Hardi), Kades Margasakti, Bengkulu Utara, Bengkulu (Sumaryono) dan Kades Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Alimuddin). Dalam keberangkatannya, Ketiga kepala desa tersebut didampingi oleh Eko Sri Haryanto selaku Direktur Kerja sama dan Pengembangan Kapasitas pada Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP) Kemendes PDTT.
Forum the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme ini bertujuan untuk membangun kapasitas para pemimpin-pemimpin yang ada di desa-desa dengan menyebarkan pengetahuan ihwal pembangunan ekonomi, pengembangan infrastruktur dan pengembangan sumber daya insan semoga sanggup lebih meningkatkan pengembangan masyarakat pedesaan di negara-negara ASEAN.
Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi meyakini bahwa lembaga yang diikuti oleh para akseptor dari negara-negara ASEAN ini sanggup membawa manfaat bagi para peserta. Dengan lembaga ini, para akseptor sanggup menyebarkan pengetahuan ihwal pengalaman dan praktik terkait vitalisasi pedesaan dan pengurangan kemiskinan serta perencanaan pengembangan masyarakat.
Apalagi, kata dia, para pesertanya tidak hanya negara ASEAN. Namun, juga ada Tiongkok, Korea dan Jepang yang diperlukan sanggup menyebarkan praktik dan pengalaman terbaiknya.
"Saya yakin dengan lembaga ini akan tercapai berbagai kesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Dari hasil lembaga ini akan diciptakan sebuah jejaring kerja antara pemerintah yang mengikuti training ini," ujar Anwar.
"Semoga ke depan mereka saling tukar menukar wangsit dan gagasan serta penemuan pedesaan sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sanggup kita tingkatkan," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu kepala desa yang mengikuti lembaga di Yunnan ialah Sumaryono, Kepala Desa Margasakti, Bengkulu Utara mengaku gembira sanggup mewakili seluruh kepala desa di Indonesia dalam mengikuti lembaga the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme. Ia berharap, dengan mengikuti aktivitas ini akan sanggup berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa yang mengikuti lembaga tersebut.
"Alhamdulillah, saya bahagia sanggup mewakili Indonesia untuk mengikuti jadwal ini. Mudah-mudahan ini sanggup berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa kami yang nantinya sanggup mengambil manfaat dari progam ini dan sanggup kita lakukan di desa kami. Selain itu, juga sanggup kita jadikan sebagai pemacu pembangunan di desa kami masing-masing," katanya.
Informasi lainnya dari Kemendes PDTT sanggup dilihat di sini.
Belum ada Komentar untuk "Tiga Kepala Desa Ini Sekolah Ke China, Ini Hasilnya"
Posting Komentar