Cabut Gelar Juara Atlet Cilik, Ketua Koni Makassar Dipolisikan
Foto: Ismail Bachtiar (Dok. Pribadi)Makassar -Ismail Bachtiar (26), perjaka Sulawesi Selatan yang pernah berjualan es teler ini mendapat 16 ribu bunyi dan diprediksi lolos ke DPRD Sulsel. Pemuda penjual es teler ini pun berubah menjadi sebagai pengusaha muda dan bahkan memberangkatkan penghapal Quran naik haji.
Ismail sesudah menamatkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Kemasyarakatan (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) merintis banyak sekali macam usaha. Dia kemudian mendirikan Rektor Institute yang merupakan forum pendidikan formal berbasis Syariah dan meraih banyak penghargaan.
Kepada detikcom, Rabu (1/5/2019), Ismail juga mengaku mendirikan Rumah Tahfidz Rafiqul Muslim di Makassar. Setiap tahunnya, mahasiswa yang mempunyai keistimewaan khusus dalam menghafal Alquran, diberikan derma pendidikan dan diberangkatkan umrah ke tanah suci.
Dari Rektor Institute, beliau juga memfasilitasi calon mahasiswa yang ingin bersekolah Kedokteran ke China. Dia mengaku berhubungan dengan Indonesian-Tiongkok Cultural Centre (ITTC) untuk menjalankan jadwal tersebut.
"Kesuksesan bukanlah soal mempunyai banyak harta, bukan pula mendapat sebuah medali atau menjadi terkenal, tapi kesuksesan ialah memanfaatkan apa yang kita miliki kini biar bisa bermanfaat untuk orang banyak," kata Ismail.
Sebelumnya, Ismail bisa maraup 16 ribu bunyi dan duduk akan duduk di DPRD Sulsel. Hebatnya lagi, Ismail duduk di DPRD tanpa melaksanakan kampanye lewat baliho dan spanduk menyerupai yang dilakukan caleg pada umumnya. Ismail melaju ke dingklik DPRD Sulsel lewat PKS di Dapil 7 Sulsel.
"Alhamdulillah saya raih 16 ribu bunyi lebih tanpa melaksanakan kampanye lewat baliho dan spanduk,"kata Ismail.
Siapa Ismail? Ismail ialah perjaka desa dari Kabupaten Bone, Sulsel. Dia pun melanjutkan studi di universitas Hasanuddin berbekal beassiswa untuk anak miskin yang berprestasi. Dari sana, beliau kemudian mencar ilmu berwiraswasta dan mulai merintis karir kecil-kecilan untuk menyambung hidup.
"Awal perjuangan saya ialah jualan es teler di kampus," ungkapnya.
Setelah tamat, dirinya kemudian menentukan untuk terjun ke dunia politik dan masuk menjadi kader PKS. Model kampanye yang dilakukan oleh Ismail juga terbilang menarik, beliau melaksanakan kampanye dengan istilah politik agresi konkret dengan mengendorse jadwal program sosial yang ada di masyarakat.
Simak Juga 'Kisah Anak Loper Koran Melenggang ke Kursi Dewan':
Belum ada Komentar untuk "Cabut Gelar Juara Atlet Cilik, Ketua Koni Makassar Dipolisikan"
Posting Komentar