Polisi Geledah Rumah Dinas Wabup Bone Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Buku

Pemprov Gorontalo Tetapkan Darurat Kekeringan Akibat Kemarau PanjangFoto: Petugas BPBD berikan air higienis kepada warga Gorontalo (Azis-detikcom)

Gorontalo -Kemarau yang terjadi di Gorontalo semenjak Akhir Juli menyebabkan 21 kecamatan di Provinsi Gorontalo mengalami krisis air bersih. Mengatasi hal itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memutuskan Gorontalo Siaga Darurat Kekeringan.

"Kekeringan sudah melanda seluruh kabupaten kota. Cuma beda-beda ibarat di Kabupaten Gorontalo ada 7 Kecamatan, Gorontalo Utara 4 Kecamatan, Bone Bolango 5 Kecamatan, Pohuwato 2 Kecamatan, Boalemo 2 Kecamatan, Kota 1 Kecamatan. Yang parah di Kabupaten Gorontalo," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto, dikala diwawancara wartawan, Selasa (17/9/2019).

Menurut Sumarwoto, penetapan siaga darurat kekeringan sudah di menetapkan dikala dilakukan rapat, Senin (16/9/2019) di aula Gubernur. Rapat tersebut dihadiri semua pihak terkait.

"Kita sudah melaksanakan rapat bersama dan memutuskan status siaga darurat kekeringan provinsi Gorontalo," tegasnya.



Adanya status itu, semua unsur di baik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota semoga membantu masyarakat yang berdampak kekeringan.

"Gubernur juga memerintahkan semoga seluruh jajaran pemprov dan pemerintah kabupaten kota untuk segera memperlihatkan sumbangan air higienis bekerjasa dengan perusanah air minum. Pihak BPBD membantu dalam armada penyaluran higienis dan kita menyediakan tong penampungan air bersih," lanjutnya.



Dia juga mengaku, tidak hanya krisis air bersih. Kemarau yang terjadi semenjak simpulan Juli berdampak pada kebakaran hutan.

"Kebakaran hutan terjadi secara seporadis. Di Pohuwato ada 4 titik alhamdulillah sudah dipadamkan. Gorontalo utara ada 2 titik dan juga dipadamkan. Selasa tadi juga saya dapa informasi ada kebakaran di Suwawa masih kita cek," ungkap Sumarwoto.



Untuk status siaga darurat kekeringan belum tahu kapan akan berakhir. Data dari BMKG curah hujan akan terjadi pada simpulan bulan Oktober.

"Kepala BMKG Gorontalo dalam rapat kemarin menyatakan prediksi kekeringan hingga ahad ketiga bulan Oktober. Mudah-mudahan tidak begitu hingga sebulan," harap Sumarwoto.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Polisi Geledah Rumah Dinas Wabup Bone Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Buku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel