Gempa M 4,9 Terjadi Di Bolaang Mongondow Utara Sulut
Foto: Rumah reyot nenek Rabi di Bone (Zulkifli Nasir-detikcom)Bone -Kehidupan nenek Rabi (85) diusia senja sangatlah memprihatinkan. Nenek yang bertahan hidup bersama putra semata wayang Baba (40) itu tinggal di gubuk reyot di Bone, Sulawesi Selatan.
Terlebih lagi, Baba tak dapat berjalan layaknya insan normal. Dia terpaksa kehilangan 1 kakinya akhir diamputasi.
Kondisi rumah nenek separuh bangunan dinding rumah terbuat dari papan yang susunannya tidak rapat dan tentunya menciptakan hembusan angin amat masbodoh bagi penghuninya apalagi ketika hujan deras akan menciptakan lembap dibagian dalam rumah.
Tidak ada kemudahan yang kelihatan berharga di dalam rumahnya. Lantai yang dulunya sempat disemen sekarang nampak beralaskan tanah liat yang berlubang di mana-mana akhir dimakan usia. Di sudut belakang nampak tungku kayu untuk memasak dan bejana plastik berisi air.
Lantaran kondisi yang sudah renta, nenek Rabi pun harus mengandalkan anaknya pada pagi hari sebelum berangkat bekerja sebagai buruh kebun. Setiap harinya nenek Rabi harus ditinggal sendiri di dalam rumah. Dengan berjalan terseok sambil membungkuk, nenek pun mengandalkan dingklik plastik untuk bertumpu.
Foto: Rumah reyot nenek Rabi di Bone (Zulkifli Nasir-detikcom) |
"Meski agak malu, aku masih berharap derma dari para gemar memberi nak, alasannya yaitu memang aku tidak lagi dapat berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ujarnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).
Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam bejana plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.
Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca ketika berbicara.
Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja sampai 2 mingguan.
Nenek Rabi pun sempat bercerita ketika suaminya masih hidup, dirinya sempat merantau dan menetap di kawasan Kalimantan dengan ikut membantu suami yang menjadi buruh tambak, sampai balasannya suami meninggal di sana puluhan tahun lalu.
Dia pun pulang bersama anaknya dan sempat tinggal di kota Makassar, sampai balasannya anaknya menderita luka benjol di bab kaki namun penanganannya dinilai terlambat sampai harus diamputasi. Dia pun balasannya menentukan pulang ke kampung halaman.
Simak Juga 'Gubuk Reyot Lansia di Polman Dibongkar':
Simak Video "Pemuda yang Bakar Nenek alasannya yaitu Gosip Utang Rp 15 Ribu Dibekuk!"
[Gambas:Video 20detik]
Foto: Rumah reyot nenek Rabi di Bone (Zulkifli Nasir-detikcom)
Belum ada Komentar untuk "Gempa M 4,9 Terjadi Di Bolaang Mongondow Utara Sulut"
Posting Komentar