Kota Tangerang Boyong 8 Penghargaan Kehumasan 2019

Isran Noor Sebut Calon Ibu Kota Bebas Banjir, Gempa dan Konflik SARAFoto: Dokumentasi 20detik

Jakarta -

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menepis kekhawatiran sejumlah pihak bahwa dua daerah yang akan menjadi ibu kota gres rawan banjir, sulit air tanah, dan berpotensi terkena gempa. Sebab Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kertanegara berada di ketinggian 50 meter di atas permukaan laut.



Ini berbeda dengan Samarinda yang pada Juni kemudian sempat terendam banjir. Isran menyebut banyak orang tak paham dengan kondisi geografis daerahnya dan soal penyebab banjir di Samarinda. Sekitar 20-25 persen wilayah itu memang ada cekungan, rendah sehingga gampang terjadi banjir.

"Samarinda itu semenjak kuda makan tembaga sampai makan mentega ya begitu alasannya yakni ada cekungan. Tapi itu (dua daerah calon ibu kota) jaraknya jauh, sekitar 70 kilometer," kata Isran kepada Tim Blak blakan detikcom.



Terkait analisis Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut daerah Kaltim tidak bebas dari bahaya gempa, Isran juga menepisnya. Sepanjang hidupnya di bumi Kaltim, lelaki kelahiran Sangkulirang, 20 September 1957 ini mengaku tak pernah mengalami gempa.

Di Kalimantan Timur, kata dia, hanya beberapa wilayah di belahan ujung timur yang biasa terkena pengaruh dari gempa yang ditimbulkan akhir adanya patahan sesar Palukoro. Sesar ini membelah Sulawesi menjadi dua, dimulai dari batas perairan Laut Sulawesi dengan Selat Makassar sampai ke Teluk Bone.

"Saya endak tahu, BMKG sanggup pengetahuan dari mana itu jangan-jangan hoaks. Kalau berdasarkan sumber gempa yang berdasarkan sumber pengetahuan yang sudah teruji, mana ada patahan di situ," kata Isran.

Soal pasokan air tanah, Isran menyebut banyak waduk dan sumber air di sekitar dua daerah Penajam dan Kutai. Dia antara lain merujuk waduk yang pernah dibangun PT ICTI yang sekarang dikuasai Prabowo Subianto. Waduk itu ikut memasok air ke Balikpapan dengan kapasitas 6000 liter per detik. "Nanti akan dibangun lagi yang baru," ujarnya.

Soal kondisi masyarakat, Isran menyebut cukup heterogen dan tak pernah terjadi konflik berlatar belakang SARA. Selengkapnya tonton Blak blakan Gubernur Kaltim, di detikcom, Rabu (28/8/2019).




Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kota Tangerang Boyong 8 Penghargaan Kehumasan 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel