Mewujudkan Pesawat R80 Untuk Habibie

BJ Habibie Dalam Ingatan Orang GorontaloFoto: Pernikahan Habibie-Ainun (antara)

Gorontalo -Bacharuddin Jusuf Habibie yaitu salah satu kenangan terbaik bagi orang Gorontalo. BJ Habibie yaitu simbol. Simbol kecerdasan dan simbol kesuksesan.

Habibie yang jenius hidup dalam ingatan, doa dan harapan orang Gorontalo, terutama kepada generasi penerusnya. Seringkali orang bau tanah di Gorontalo menggunakan Habibie sebagai standar sebuah pencapaian.

Nama Habibie disebut setiap kali orang bau tanah melontarkan asa dan memilihkan impian untuk anaknya. Kebiasaan itu sudah ada semenjak dulu, jauh sebelum Habibie menjadi presiden. Kendati tak semua orang Gorontalo benar-benar paham seluk beluk perjuangannya.

"Belajar yang rajin, agar berakal menyerupai Habibie," kalimat menyerupai itu lazim terdengar sebagai pesan yang tersirat di dalam kehidupan orang Gorontalo sebagaimana dilansir Antara, Kamis (12/9/2019).

Bonggulo yaitu sebutan dalam Bahasa Gorontalo yang juga menempel pada sosoknya, setidaknya bagi orang Gorontalo.

"Tidak apa-apa bonggulo, itu artinya berakal menyerupai Habibie," ujar Kadrina Rauf warga Gorontalo, menirukan kata orang tuanya dulu.

Bonggulo berarti dahi atau jidat yang lebar. Barang siapa yang berdahi lebar atau ukuran kepalanya besar, akan berakal menyerupai Habibie. Begitu kira-kira.

Demikian halnya dengan minggulo, yang artinya mata besar. Bola mata yang lincah dan sorot yang tajam, juga dianggap sebagai ciri orang cerdas. Lagi-lagi rujukannya yaitu Habibie.

Simbol lain

Habibie sendiri bukan orang yang sering bertatap muka dengan masyarakat Gorontalo. Perjumpaan dengannya yaitu momen yang langka terjadi.

Terakhir kalinya Presiden ke-3 Republik Indonesia itu tiba ke Gorontalo tahun 2014. Dia meresmikan dua jalan yang dibangun Pemprov Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango.

Jalan tersebut yaitu Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie yang merupakan nama ayah kandungnya. Terletak di Desa Pouwo Kecamatan Kabila dengan panjang tiga kilometer.

Jalan lainnya diberi nama B.J Habibie, panjangnya 9 kilometer di Desa Toto Selatan Kecamatan Tilongkabila.

"Saya mempunyai banyak kenangan di Gorontalo, bapak saya orisinil Gorontalo dan ibu saya Yogyakarta. Saya dulu dikhitan di Gorontalo dikala usia 9 tahun," ungkap Habibie kala itu.

Gara-gara perpaduan Jawa dan Sulawesi itu, Habibie diakui sebagai putra tempat di banyak tempat. Dia yaitu pujian banyak orang, dicintai segala lapisan.

Habibie masih ingat masa kecilnya yang singkat di Gorontalo, contohnya naik kuda dikala prosesi adab khitan dan bermain air di Sungai Bone.

Khitan itu digelar di rumah kakeknya, yang berada di Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo dan menggunakan adab tempat itu.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang merupakan sepupu B.J Habibie, pernah menggagas rumah bau tanah yang terbuat dari kayu itu menjadi sebuah museum.

"Rumah itu berusia sekitar 200 tahun. Kayunya masih utuh dan kuat. Saya sudah pernah membahas soal museum kepada Habibie sendiri. Dia oke dan menyerahkan pada kami. Makara pemerintah provinsi yang akan mengurusnya," ungkap Rusli.

Selain museum dan jalan, sosok Habibie juga diabadikan dalam sebuah patung yang gres berdiri Januari 2019.

Boleh dikata, patung yang kokoh menjulang di kanal menuju Bandara Djalaluddin itu yaitu yang paling megah di Gorontalo.

Patungnya berbahan perunggu, mempunyai tinggi tujuh meter, lebar dua meter, dan berat empat ton.

Patung dikerjakan di Yogyakarta oleh pematung Lutse Lambert Daniel Morin dan Soewardi, yang menelan dana sekitar 1,7 miliar rupiah.

Patung Habibie dirancang menggunakan baju takowa, salah satu pakaian adab Gorontalo dan memegang sebuah miniatur pesawat.

Ada senyum khasnya tersemat di sana, menciptakan patung itu tampak ramah bagi siapa pun yang melintasinya. Persis menyerupai Habibie yang asli.

Simbol Habibie lainnya di Gorontalo yaitu sekolah.

Suami Hasri Ainun Besari itu mengagas dan merintis Sekolah Menengah Umum (SMU) Insan Cendekia, yang sekarang menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia.

Kala itu, Habibie menginginkan tak ada jurang pemisah antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Iman dan Taqwa (IMTAQ). Dia mengagungkan sebuah keseimbangan.

Sekolah pesantren yang berada di Kabupaten Bone Bolango itu mendapatkan siswa dari Gorontalo dan tempat lain semenjak tahun 2000.

Berkat Habibie, sekolah ini menjadi impian bagi banyak orang bau tanah dan siswa untuk mengenyam pendidikan.

Pada tahun 2017, rapat senat tertutup tetapkan tawaran pergantian nama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi Universitas B.J Habibie (UBJH).

Usulan pergantian nama tersebut telah diwacanakan semenjak 2013. Gubernur, rektor dan puluhan orang lainnya juga meminta restu eksklusif kepada Habibie dan ia menyetujuinya.

Habibie juga menghibahkan tanah seluas 50 hektare untuk pembangunan kampus gres UNG di Bone Bolango.

Tak hanya itu, nama istrinya Hasri Ainun Habibie dipakai sebagai nama rumah sakit yang sekarang dikelola Pemprov Gorontalo.

Jalan, patung, sekolah, kampus, sampai rumah sakit menggenapi kenangan orang Gorontalo pada Habibie.

Kemarin, Habibie telah tutup usia. Menyudahi segalanya di bumi ini. Dia yaitu teladan, yang tak akan tergantikan bagi orang Gorontalo.

Pagi ini, doa dipanjatkan, tikar zikir bersama dibentangkan, himbauan shalat mistik digaungkan masjid-masjid di kampung halamannya. Karena mereka tidak sanggup berdiri eksklusif di pusara Habibie.

Semua orang kehilanganmu, tak terkecuali. Bersenang-senanglah di sana Habibie.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mewujudkan Pesawat R80 Untuk Habibie"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel